ILMU PAHAM

Seorang ulama mengajarkan tentang katak.

Di depan santri2nya ia memotong kaki kanan belakang katak dan menyuruh katak melompat, “Lompat !”. Katak pun melompat. Ia memotong kaki belakang kiri katak dan kembali menyuruhnya melompat, ” Lompat !” Katak masih bisa melompat.

Ia pun memotong kaki depan kanan katak dan menyuruhnya melompat, “Lompat !”. Tetapi katak kali ini tidak bisa melompat karena kehilangan sebagian besar kakinya. Dengan puas ulama tersebut berkata kepada santrinya, ” Dari hasil penelitian ini kita tahu, bahwa jika kita potong ketiga kaki katak, maka katak tersebut akan menjadi TULI…”

Begitulah cara mereka memahami suatu hadis. Sangat kaku dan terkadang disesuaikan dengan nafsunya sendiri. Banyak kekacauan yang terjadi di dalam Islam akibat cara tafsir yang sangat tekstual dan tidak mampu membaca lebih luas terhadap perkataan maupun perbuatan Nabi yg dikenal dengan nama sunnah.

Bagaimana saya bisa mengikuti mereka dalam agama jika mereka sendiri salah dalam memahami agama ? Bagaimana saya bisa mengikuti konsep “haram” nya mereka, jika mereka sendiri tidak mampu memdefinisikan dengan luas “haram” itu. Saya orang yang berfikir, bukan kerbau yang dicucuk hidungnya.

‘Pahamilah kabar dengan akal yang penuh pemahaman, bukan akal yang sekedar meriwayatkan. Karena sesungguhnya periwayat ilmu banyak jumlahnya tetapi yang memahaminya sedikit.” (Imam Ali bin abu thalib as)

Ilmu paham itu sangat penting karena jika tidak mampu memahami sesuatu kita akan menjadi orang yang salah paham bahkan sampai gagal paham.

Seperti secangkir kopi. Kita tidak perlu harus mengetahui bagaimana keseluruhan proses pembuatannya. Kita cukup diminta memahami kenikmatannya melalui ujung lidah setiap mencecapnya.

Selamat menyambut Maulid Rasulullah Saw, saudara2ku sesama muslim. Dan selamat menyambut Natal saudara2ku yang nasrani .

Jangan pedulikan mereka yang sibuk berbicara keharaman, sedangkan mereka paham-pun tidak, hanya sekedar mencopas berita.

dennysiregar.com – with Gusti Ngurah

View on Path

Iklan

Tentang guzrah

Lahir di Yogyakarta pada tanggal 25 Juni Putra dari pasangan Ir. Djelantik (11 Sepetember 1932 s/d 16 Nopember 1979) dan Ketut Nicky Saka BA(24 September 1940 s/d 4 Oktober 1983) pada masa kecilnya Ngurah dibesarkan di Surabaya karena Ayah angkatnya adalah seorang dosen Arsitektur di ITS. sekolah TK di Dharmahusada, SDN Jagiran I (sekarang Pacarkeling VII) dan SMPN 6 Sby, tahun 1984 melanjutkan sekolah dan lulus di SMPN I Dps, SMUN I di Ujung Pandang, kuliah di Universitas Hasanuddin Mks dan Universitas Narotama Sby..
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s