🙏🏽 Hare Krishna
Pada saat perang Baratayuda sudah selesai Dewi Gandari degan perasaan sangat murka memanggil Sri Krisna, Hai Krisna apa benar kau ini Tuhan turun ke bumi ?
kalau nemang benar semestinya kau bisa menciptakan kedamaian, bukan malah menciptakan perang yang menyebabkan aku kehilangan 100 ( seratus ) orang putraku. Bisakah Kau bayangkan sedihnya seorang ibu yang kehilangan 100 org putranya ? sedangkan yg kehilangan satu org anak saja sedihnya seorang ibu sangatlah dalam. dan dgn kemarahannya Dewi Gandari langsung mengutuk Sri Krisna agar negaranya jg akan tenggelam.
Sri Krisna menjawab : Benar bibi , Aku adalah Tuhan turun ke bumi, Aku bisa menciptakan apapun, utk menghidupkan kembali semua putramu aku bisa, bahkan menciptakan semesta baru lagi Aku bisa, tp terjadinya perang Baratayuda bukanlah kesalahanKu . itu semua adalah kesalahan bibi, memang di seluruh jagat ini kau adalah seorang istri yg paling setia pd suami, suamimu buta , kau jg ikut membutakan dirimu dan kau selalu dgn setia menemani suami , tp kau tidak pernah menjadi seorang ibu yg baik, kau tdk pernah membimbing satupun dari 100 putramu. Pernahkah kau menyuapinya, memperhatikan dan mencoba mengarahkan mereka ke jalan yg benar ? kau biarkan anak2 mu dibimbing oleh org lain , itulah yg menyebabkan semua anakmu jauh dari rahmat Tuhan, memanjakan dan memenuhi segala keinginannya sesungguhnya bukanlah cara yg benar utk mengasihi dan membimbing anak. dan dari kesalahan ibu itulah perang Baratayuda yg dahsyat itu terjadi.
Coba bayangkan saudaramu KUNTI, sejak kematian suaminya betapa ia telah mengasuh putra2nya, ia selalu mendampingi, mengawasi dan mengendalikannya termasuk dua anak kembar dari Dewi Madri ( istri kedua Pandu ) meskipun dalam penderitaan yg panjang, tp Dewi Kunti sangat desiplin mengajarkan anak2nya ttg ( kepatuhan, persatuan dlm persaudaraan, berbagi kesedihan dan kegembiraan dlm kehidupan bersama, bahkan thdp Draupadi sekalipun mereka tetap berbagi,dgn tdk ada perasaan apa2 satu sama yg lainnya, Dan berkat Kuntilah maka Pandawa menjadi contoh teladan dari prilaku baik di seluruh jagat .
Begitulah Sri Krisna memberi jawaban, Gandaripun menyadarinya, dan Gandari jg mendapat nama abadi karena PATIVRATA ( kesetiaan pada suami )
Semoga bermanfaat dalam mewujudkan generasi muda yang berkarater mulia🌻SELAMAT HARI IBU ( 22 Desember 2016 )
🙏🏻 – with Gusti Ngurah and 4J3N6

View on Path

Iklan

Tentang guzrah

Lahir di Yogyakarta pada tanggal 25 Juni Putra dari pasangan Ir. Djelantik (11 Sepetember 1932 s/d 16 Nopember 1979) dan Ketut Nicky Saka BA(24 September 1940 s/d 4 Oktober 1983) pada masa kecilnya Ngurah dibesarkan di Surabaya karena Ayah angkatnya adalah seorang dosen Arsitektur di ITS. sekolah TK di Dharmahusada, SDN Jagiran I (sekarang Pacarkeling VII) dan SMPN 6 Sby, tahun 1984 melanjutkan sekolah dan lulus di SMPN I Dps, SMUN I di Ujung Pandang, kuliah di Universitas Hasanuddin Mks dan Universitas Narotama Sby..
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s