SULUH BALI, Denpasar – Pura Besakih yang terletak di desa Besakih, kecamatan Rendang, kabupaten Karangasem berada di kaki Gunung Tohlangkir atau Gunung Agung. Pura ini merupakan hulunya Bali yang merupakan pura terbesar di Bali bahkan di Indonesia.

Sejarah menyebutkan pura Besakih telah ada sejak kedatangan Rsi Markandeya yang dimuat dalam lontar Markandeya Purana. Pada perjalanan Rsi Markandeya ke Bali pengikutnya mengalami musibah dan meninggal. Berkat kekuatan tapanya ditunjukanlah bahwa di kaki gunung agung untuk mendem (nanam) panca datu (lima unsur alam) sehingga perjalanan berjalan dengan lancar dan baik di Bali.

Keberadaan pura Besakih juga disebutkan dalam lontar Raja Purana Besakih yang menjelaskan terkait dengan keberadaan pelinggih dan pura yang ada di Besakih. Selain itu disebutkan pula aci-aci piodalan pada masing-masing pura yang ada di kawasan suci pura Besakih.

Ada 18 pura yang terdapat di pura Besaki diantaranya (1) Pura Penataran Agung terletak di tengah sebagai stana Bhatara Siwa, (2) pura Kiduling Kreteg terletak di selatan sebagai stana Bhatara Brahma, (3) pura Batu Madeg terletak di utara sebagai stana Bhatara Wisnu.

(4) pura Gelap berada di timur sebagai stana Bhatara Iswara, (5) pura Ulun Kulkul berada di barat sebagai stana Bhatara Mahadewa, (6) pura Pangubengan, (7) pura Tirta sebagai tempat nunas tirta suci, (8) pura Banua sebagai stana Bhatari Dewi Sri, (9) pura Peninjoan,

(10) Pura Basukihan sebagai pusering jagat atau puseh jagat, (11) pura Jenggala atau Hyang Taluh sebagai khayangan Prajapati, (12) pura Merajan Kangin sebagai stana Ida Manik Angkeran, (13) pura Merajan Selonding stana Ida Bagus Ratu Selonding, (14) pura Goa Raja sebagai stana Sang Hyang Naga Basuki,

(15) pura Bangun Sakti sebagai stana Sang Hyang Anantabhoga, (16) pura Manik Mas sebagai stana Ida Ratu Mas Malilit,, (17) pura Dalem Puri sebagai stana Bhatara Siwa dan Bhatari Durga, (18) pura Pesimpangan seagai pura pesimpangan (persinggahan Ida Bhatara pada saat pemelastian).

Selain komplek 18 pura khayangan jagat, pada kawasan pura Besakih juga terdapat bencingah agung yang merupakan tempat pelaksanaan karya Butha yadnya agung seperti Tawur Agung, Panca Bali Krama dan Eka Dasa Rudra.

Sementara pura lain yang befungsi sebagai pemujaan masing-masing leluhur juga terdapat pura pedharmaan. Pura pedharman di sungsung oleh masing-masing kelompok keturunan sebagai penghormatan dan pemujaan kepada leluhur. (SB-Skb) – with Gusti Ngurah and 4J3N6

View on Path

Iklan

Tentang guzrah

Lahir di Yogyakarta pada tanggal 25 Juni Putra dari pasangan Ir. Djelantik (11 Sepetember 1932 s/d 16 Nopember 1979) dan Ketut Nicky Saka BA(24 September 1940 s/d 4 Oktober 1983) pada masa kecilnya Ngurah dibesarkan di Surabaya karena Ayah angkatnya adalah seorang dosen Arsitektur di ITS. sekolah TK di Dharmahusada, SDN Jagiran I (sekarang Pacarkeling VII) dan SMPN 6 Sby, tahun 1984 melanjutkan sekolah dan lulus di SMPN I Dps, SMUN I di Ujung Pandang, kuliah di Universitas Hasanuddin Mks dan Universitas Narotama Sby..
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s