*SEPULUH SIKAP HIDUP BAHAGIA*

*Oleh : Mahatma Gandhi*

*1. Lepaskanlah rasa kuatir dan ketakutan*
Ketakutan dan kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yang belum tentu terjadi. Kebanyakan hal-hal yang Anda kuatirkan dan takutkan tak pernah terjadi ! It’s all only in your mind.

*2. Buanglah dendam*
Dendam dan amarah yang disimpan hanya akan menyedot energi diri Anda dan hanya mendatangkan *KELELAHAN JIWA. BUANGLAH !!!*


*3. Berhentilah mengeluh*
Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yang ada saat ini. Secara tak sadar Anda membawa-bawa beban negatif.


*4. Bila ada masalah, selesaikan satu per satu*
Hanya inilah cara menangani setiap masalah : Satu demi satu.


*5. Tidurlah dengan nyenyak*
Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk dan tidak sehat. Biasakanlah tidur dengan nyaman.


*6. Jauhi urusan orang lain*
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri untuk menangani setiap masalahnya.


*7. Hiduplah pada saat Ini, bukan masa lalu*
Nikmati masa lalu sebagai kenangan, jangan tergantung pada nya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yang Anda miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok. “Be totally present”


*8. Jadilah pendengar yang baik*
Saat menjadi pendengar, Anda belajar dan mendapatkan ide-ide baru yang berbeda dari orang lain.


*9. Berpikirlah positif*
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif.
Bertemanlah dengan orang-orang yang berpikiran positif dan terlibatlah dengan kegiatan-kegiatan positif.


*10. Bersyukurlah atas hal-hal kecil yang akan membawa Anda pada hal-hal besar*
Sekecil apapun karunia yang Anda terima, akan menghasilkan hal-hal besar dan selalu membawa Anda kepada kebahagiaan saat Anda bersyukur.

SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA! – with Gusti Ngurah

View on Path

Iklan

Tentang guzrah

Lahir di Yogyakarta pada tanggal 25 Juni Putra dari pasangan Ir. Djelantik (11 Sepetember 1932 s/d 16 Nopember 1979) dan Ketut Nicky Saka BA(24 September 1940 s/d 4 Oktober 1983) pada masa kecilnya Ngurah dibesarkan di Surabaya karena Ayah angkatnya adalah seorang dosen Arsitektur di ITS. sekolah TK di Dharmahusada, SDN Jagiran I (sekarang Pacarkeling VII) dan SMPN 6 Sby, tahun 1984 melanjutkan sekolah dan lulus di SMPN I Dps, SMUN I di Ujung Pandang, kuliah di Universitas Hasanuddin Mks dan Universitas Narotama Sby..
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s